SELAMAT DATANG DI KOMUNITAS GAHARU AEKLOBA,,KAMI JUGA MENYEDIAKAN BIBIT UNGGUL GAHARU ,,,CONTAC PERSON HP:082164019774

Tuesday, 31 January 2012

latar belakang gaharu

Pokok Gaharu atau dikenali dalam Bahasa Ingris sebagai Agarwood adalah pokok dalam family Thymelaeceae. Pokok yang telah matang akan membesar sehingga 40 meter tinggi dan berdiameter 40cm. Pokok gaharu di hutan semulajadi mula mengeluarkan resin gaharu pada usia 20 hingga 45 tahun, bergantung pada ketahanan pokok dan tindakbalas kecederaan pokok.

Pokok gaharu amat diminati kerana dapat menghasilkan aroma yang wangi dan menyenangkan apabila dibakar kayunya. Mengikut data yang dikeluarkan pada Persidangan Gaharu Dunia pertama di Vietnam terdapat 16 spesis dari genus Aquilaria yang mempunyai nilai komersil yang tinggi.

BERIKUT ADALAH JENIS-JENIS AGRAWOOD MENGIKUT RANKING

1. AQUILARIA SUBINTEGRA, Found at Thailand
2. AQUILARIA CRASSNA, Found at Thailand, Cambodia, Loas, Vietnam
3. AQUILARIA MALACCENSIS, Found at Thailand, India, Indonesia
4. AQUILARIA APICULATA, Found at Philippines
5. AQUILARIA BAILLONIL, Found at Thailand, Combodia, Loas, Vietnam
6. AQUILARIA BANEONSIS, Found at Vietnam
7. AQUILARIA BECCARIAN, Found at Indonesia
8. AQUILARIA BRACHYANTHA, Found at Malaysia
9. AQUILARIA CUMINGIANA, Found at Indonesia, Philippines
10.AQUILARIA FILARIA, Found at Nuegini, China
11.AQUILARIA GRANDIFLORA, Found at China
12.AQUILARIA HILATA, Found at Indonesia, Malaysia
13.AQUILARIA KHASIANA, Found at India
14.AQUILARIA MICROCAPA, Found at Indonesia, Malaysia
15.AQUILARIA ROSTRATA, Found at Malaysia
16.AQUILARIA SINENSIS, Found at China

Pokok gaharu hidup di kawasan tanah pamah sehingga ketinggian 750m dari aras laut dan memerlukan taburan hujan dan kelembapan yang tinggi. Gaharu digunakan dalam industri minyak wangi, produk perubatan, perubatan Ayurvedic, majlis keagamaan dan sebagainya.

Permintaan untuk gaharu semakin tinggi walaupun pengeluaran semakin berkurangan menyebabkan harganya semakin meningkat setiap tahun. Kebanyakan gaharu dieksport kepada. pemborong-pemborong di Singapura, Timur Tengah, Hongkong dan Taiwan.

Harganya boleh mencecah sehingga RM14-18 ribu sekilogram untuk gred Double Super. Malahan harga pasaran untuk minyak gaharu juga amat tinggi iaitu RM45 ribu/kg (kaedah penggredan kualiti kayu dan minyak masih belum dipiawaian dan bergantung kepada penjual dan pembeli).

Asia Tenggara mengeksport gaharu bernilai RM48.3 million ke Arab Saudi dan bekalan hanya memenuhi 20% daripada permintaan pasaran.

Buat masa ini, kebanyakkan gaharu dikeluarkan daripada hasil hutan dan amat terhad. Tanpa penanaman semula. spesis ini akan terus diancam kepupusan disebabkan aktiviti pengambilan gaharu.

Penanaman gaharu di Malaysia masih baru dan belum popular, tetapi di negara lain seperti Indonesia, Thailand dan Kemboja sudah lama diusahakan. Malah ia mendapat sokongan yang amat kuat daripada pihak agensi kerajaan mereka dari segi modal dan teknologi.

Keseluruhan pokok gaharu (batang, daun & akar) berguna dan dapat dikomensilkan.

Penanaman pokok gaharu sesuai dijalankan di tanah terbiar, kawasan rezab hutan simpan, kawasan pembalakan yang telah diterokai dan dijalankan secara pertanian hutan ladang dan diintegrasikan dengan pelbagai tanaman lain seperti herba dan tanaman komoditi.

Monday, 30 January 2012

Permintaan Ekspor Gaharu Tetap Tinggi

Kayu gaharu (Aquilaria malaccensis) memiliki pangsa pasar khusus dan permintaan yang tinggi. Di China, Taiwan, dan khususnya Timur Tengah, kayu yang disejajarkan dengan cendana ini laku keras.

"Kalau permintaan dari Timur Tengah, China, dan Taiwan, tidak ada batasnya, berapa pun pasti diterima. Tapi, kan, tiap provinsi diberi jatah. Ya, sebesar kuota itu yang kami penuhi," kata Faisal Bages, pengusaha penampung dan eksportir kayu gaharu, Minggu (6/11/2011), di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Menurut Faisal, harga eskpor kayu gaharu kelas super yang tumbuh alami saat ini Rp 10 juta per kilogram, naik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya seharga Rp 4 juta-Rp 5 juta.

Kenaikan harga gaharu (disebut ketimusan di Lombok) disebabkan populasi kayu yang dijadikan wewangian dan dupa ini sangat menipis. Yang tumbuh alami bisa disebut antara ada dan tiada. "Yang banyak beredar saat ini adalah hasil budidaya yang umumnya diekspor," ungkap Faisal.

Adapun pemasaran kayu gaharu diatur melalui kuota. Kuota untuk Indonesia tahun 2011 sekitar 400 ton setahun. Jatah terbesar dipegang Papua dan Kalimantan, sedangkan NTB mendapat jatah 8 ton pada tahun 2011. Jumlah yang sama untuk tahun 2012 nanti.

Permintaan terbesar gaharu kelas super dari Timur Tengah, sisanya kelas menengah-bawah diekspor ke China dan Taiwan.

Di Arab Saudi, biasanya kayu gaharu dijadikan bahan mandi uap untuk menghilangkan bau badan yang kurang sedap, di China dan Taiwan umumnya untuk wewangian dupa, sedangkan di Thailand ampasnya untuk bahan membuat obat nyamuk.

Soal bibit, tutur Faisal, masih tersedia cukup banyak di NTB dan dibudidayakan di kawasan hutan Gunung Rinjani; Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa; dan lingkar tambang PT Newmont Nusa Tenggara di Kabupaten Sumbawa Barat.

Stok jenis gaharu girinof yang umumnya tumbuh dibudidayakan dan dikirim dari NTB sekitar 100.000 batang per tahun. Tingginya 25-35 cm dengan umur setahun. MATARAM, KOMPAS.com

Sunday, 29 January 2012

pemeliharaan gaharu

Pohon gaharu sesuai ditanam di antara daerah dataran rendah hingga ke perbukitan pada ketinggian 0 - 750 meter dari permukaan air laut dengan curah hujan kurang dari 2000 cm. Suhu yang sesuai adalah antara 27°C hingga 32°C dengan kadar cahaya matahari sebanyak 70%. Jenis tanah yang sesuai adalah jenis lembut dan liat berpasir dengan pH tanah antara 4.0 hingga 6.0.

Biji benih yang berkualitas amat penting untuk pembibitan , biasanya pembenihan di lakukan oleh nurseri untuk menjamin bibit benih tanaman dalam volume yang besar dan berkelanjutan . Buah karas dari jenis Aquilaria Malaccencis adalah berbentuk kapsul, 3.5 cm hingga 5 cm panjang, ovoid dan berwarna coklat. Kulitnya agak keras. Mengandung 3 hingga 4 biji benih bagi setiap buah.

Penanaman bisa dilakukan di tanah-tanah perkebunan ataupun di tanah yang sempit seperti halaman rumah atau masjid. Bisajuga ditanam di kebun kelapa sawit, ladang kopi dan kebun di bawah pokok-pokok yang lain yang berumur antara 5 - 8 tahun. Teknik tanaman secara sistem tumpangsari atau intergrasi dengan 2 atau lebih tanaman juga boleh dilakukan.

Teknik menanam adalah dengan menggali lubang dalam jarak ukuran 2mx2m, 3mx3m, atau 3mx5m. Tergantung kepada teknik tanaman secara selang, intergrasi atau sebagainya. Anak pokok dikeluarkan dari politena bag dan dimasukkan ke dalam lubang yang digali dengan besar diameter dan kedalaman 0.5 meter. Tanah dipermukaan dipadatkan dengan tangan untuk memastikan akar bersentuhan rapat dengan tanah dan hindarkan pengaliran air di permukaan (surface water). Kadar pemupukan tidak boleh melebihi 100 gm bagi tiap-tiap lubang yaitu dengan kadar pupuk NPK 15:15:15 sebanyak 40 - 50 gm dan TSP sebanyak 40 - 50 gm semasa proses penanaman.

Pohon gaharu yang ditanam perlu dibersihkan dari gangguan pokok lain sekitar 50 cm untuk menghindarkan persaingan hidup. Pekerjaan ini dilakukan dalam 2 - 3 kali setahun sehingga pohon berusia 5 tahun. Pengemburan 2 kali setahun adalah amat baik untuk memberi oksigen ke dalam tanah untuk melancarkan penyerapan makanan oleh pohon.

manfaat gaharu

Secara umum gaharu berkhasiat untuk :
•    Mengobati dan meningkatkan fungsi seksual
•    Mengobati dan Merawat Sistem Pernafasan
•     Mengobati Asma dan Batuk
•    Mengobati penyakit  Tumor dan Paru-Paru
•    Mengurangi Kandungan Gula Dalam Darah – Diabetes
•    Menstabilkan Tekanan Darah Tinggi
•    Mengobati Sakit Pinggang
•    Mengobati Penyakit Liver
•    Menguatkan Fungsi Jantung
•    Mengobati Imsomnia /Susah Tidur
•    Mengobati Penyakit Sembelit dan Mencret

gaharu yang sudah di vaksin

Nilai jual gaharu yang tinggi ini seharusnya dapat mendorong masyarakat untuk membudidayakannya. Selama ini gaharu yang dipanen umumnya berasal dari pohon gaharu yang tumbuh alami di hutan. Jika dahulu masih terdapat kearifan tradisional dimana untuk menjamin kelestarian pohon induknya, hanya bagian yang mengandung gaharunya saja yang ditoreh tanpa menebang pohonnya, saat ini pemanenan dilakukan dengan langsung menebang pohonnya. Akibatnya semakin sedikit pohon-pohon induk gaharu yang terdapat di alam.
Walaupun tidak seorangpun yang meragukan prospek ekonominya, sejauh ini upaya peremajaan dan budidaya gaharu belum begitu dikenal. Bukan tidak ada penelitian yang menunjukkan besarnya peluang pengembanganya, akan tetapi akibat lemahnya publikasi dan tindak lanjut terhadap hasil penelitian tersebut menyebabkan usaha pengembangan gaharu sangat jauh tertinggal dibandingkan jenis pohon lainnya, misalnya, jati emas atau jati super yang didengung-dengungkan akan memberikan nilai ekonomi yang cukup besar sehingga penanaman jenis ini mewabah di mana-mana, walaupun kemudian penanaman jenis ini tidak direkomendasikan.
Penelitian Litbang Kehutanan dan lembaga riset lainnya menunjukkan bahwa gaharu yang timbul disebabkan oleh terjadinya infeksi yang dialami pohon gaharu tersebut. Para peneliti menduga terdapat tiga hal penyebab proses infeksi, yaitu (1) infeksi jamur seperti Fusarium oxyporus, F. bulbigenium dan F. laseritium., (2) perlukaan dan (3) proses non-phatology. Terjadinya luka pada pohon dapat mendorong munculnya proses penyembuhan yang akan menghasilkan gaharu.
Penanaman dapat dilakukan pada lahan terbuka dengan sistem monokultur, tetapi lebih disarankan dibawah tegakan seperti Sengon, Petai, Gamal, dan Mahoni baik dengan sistem tumpang sari maupun campuran. Pohon gaharu umumnya dapat ditanam pada lokasi dengan ketinggian 5 – 700 mdpl dengan curah hujan 6 bulan dan sepanjang tahun lebih disukai.
Tanaman gaharu dapat dipanen setelah berumur 9-10 tahun. Setelah pohon berdiameter 10 cm (kira-kira pada umur 5 tahun), proses inokulasi dapat dilakukan dengan cara (1) melukai bagian batang pohon, (2) menyuntikkan mikroorganisme jamur Fusarium, (3) menyuntikkan oli dan gula merah, atau dengan (4) memasukan potongan gaharu ke dalam batang tanaman. Produksi gubal gaharu mulai terbentuk setelah satu bulan penyuntikan dengan tanda-tanda pohon tampak merana, dedaunan menguning dan rontok, kulit batang rapuh, jaringan kayu berwarna coklat tua dan mengeras, dan jika dibakar akan mengeluarkan aroma khas mirip kemenyan. Gaharu dapat dipanen 3 – 4 tahun kemudian.
Jumlah produksi gubal gaharu dapat beragam tergantung kualitas pohon dan tempat tumbuhnya dengan rata-rata 2 kg per pohon. Dengan jarak tanam 3 x 3 m atau 1100 pohon per ha, maka akan dihasilkan sekitar 2 ton gaharu/ha. Jika kita asumsikan bahwa gaharu yang dihasilkan hanya kualitas rendah dengan harga Rp 250 - 300 ribu per kilo maka akan diperoleh pendapatan Rp 550 - 660 juta per ha. Bagaimana jika dihasilkan tersebut gaharu kualitas super dengan harga Rp 600 ribu pada pedagang pengumpul ? Suatu jumlah yang sangat fantastis untuk usaha lebih kurang 10 tahun.
Terdapat berbagai pilihan untuk menggalakkan budidaya gaharu, antara lain melalui (1) program hutan rakyat gaharu, dan (2) program hutan kemasyarakatan. Dalam program hutan rakyat, masyarakat diharapkan secara swadaya melakukan penanaman gaharu pada lahannya sendiri terutama pada lahan kosong (tidak produktif). Agar masyarakat mau menanam gaharu, selain informasi tentang peluang dan teknik pengembangan gaharu, masyarakat juga harus diberikan insentif, seperti pengadaan bibit dan inokulasi mikroorganisme penyebab gaharu. Pengadaan bibit dan inokulasi dapat dilaksanakan oleh pemerintah yang kemudian disalurkan kepada petani secara cuma-cuma atau dengan kredit. Dalam prakteknya pengembangan hutan rakyat gaharu ini dapat dikombinasikan dengan tanaman semusim atau tahunan.
Sedangkan penggalakan program hutan kemasyarakatan didasarkan pada paradigma pembangunan kehutanan community based development yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam sistem hutan kemasyarakatan, masyarakat diperbolehkan menanam gaharu bersama-sama dengan tanaman pertanian dan kehutanan lainnya pada lahan hutan, salah satunya dengan sistem agroforestry.
Berbagai praktek agroforestry menunjukkan bahwa sistem ini memberikan dampak ganda berupa peningkatan kesejahteraan masyarakat di satu sisi dan kelestarian sumberdaya hutan dan lahan disisi lain. Selain memperoleh kesejahteraan dari tanaman gaharu dan tanaman kehutanan, masyarakat juga dapat memanfaatkan lahan diantara tanaman tersebut untuk tanaman semusim. Teknik ini memberikan pengaruh positif terhadap produktivitas tanah berupa meningkatnya ketersediaan unsur hara dan bahan organik serta menurunnya kemasaman tanah. Teknik ini juga dapat menekan laju erosi tanah sehingga juga cocok untuk menanggulangi lahan kritis.
Adanya peningkatan kesejahteraan dari budidaya gaharu ini akan mengurangi tekanan masyarakat terhadap sumber hutan dalam bentuk illegal logging dan perambahan lahan bahkan masyarakat secara sadar akan mempertahankan setiap jengkal hutan dari kerusakan, apapun penyebabnya. Tentu saja agar program penanaman gaharu ini berhasil perlu didukung dengan kelembagaan dan peraturan yang jelas, serta dukungan semua pihak. Jadi mengapa kita tidak tanam gaharu? ** (By: Aswandi)

Wednesday, 25 January 2012

Bibit Gaharu


Bibit Gaharu jenis Aquilaria Malaccensis umur 6 bulan, tinggi 40-60 cm dalam kemasan Polibag, siap tanam.
Cara menanam bibit :
1. Persiapkan dahulu lubang tanah berukuran 40 x 40 x 40 cm.
2. Isi lubang-lubang tersebut dengan pupuk organik atau pupuk kandang.
3.  Biarkan lubang yang berisi pupuk tsb selama 1-2 minggu.
4. Tanamlah bibit dengan terlebih dulu membuka polibagnya.
5. Penanaman dilakukan pagi s/d jam 9.00 bisa dilanjutkan sore hari setelah jam 16.00.
6. Pada saat penanaman diperlukan peneduh dari sinar matahari langsung, penanaman metode tumpang sari dengan pohon yang lebih besar akan lebih baik dan efisien.
Harga per bibit kemasan polibag = Rp. call

perkebunan simalingkar

pohon gaharu yang sudah berumur 3 tahun ,,,dan dalam waktu dekat akan di lakukan penyuntikan